Monday, October 20, 2014

Intrumental Jazz



Instrumental Jazz bisa membuatmu berimprovisasi dalam berfikir. Ketika kita mendengarkan sebuah music dengan suara vocal, audience "DIBATASI" oleh makna sebuah lirik lagu. Sehingga pikiran pun tidak bisa atau melebihi apa-apa yang sudah terkonsep.
Untuk menikmati sebuah lagu, barangkali kita tidak perlu membayangkan lirik yang diucapkan oleh seorang vokalis, terlebih lagi apabila kita menonton lengkap dengan video klip nya. Hal tersebut sangat membatasi pikiran bukan, bahkan sedikit memaksa? Seperti hal nya kita melihat video klip di Youtube, sudah pasti lirik dan jalan cerita di dalam video klip tersebut akan memaksa audience untuk mengikuti alurnya, sesuai dengan soundtrack dari musik tersebut

Intrumental Jazz, seperti kata Bill Evans,” Keep searching for that sound you hear in your head until it becomes a reality”. Bukan, ini bukan tentang khayalan belaka, Intrumental Jazz pada dasarnya memberikan kita untuk berfikir semau kita, dimana di dalam nya ada kebebasan, tanpa keterikatan berfikir, dan tentu saja imajinasi untuk menyatu dengan suara dari masing2 suara yang terdengar dari instrument tersebut.

Mari kita mencoba untuk mendengarkan sebuah music instrument tanpa lirik vokalis untuk bbrp orang, kemudian, tanyakan apa yg mereka bayangkan/rasakan. Pasti masing2 orang yg berbeda tersebut akan mengutarakan imajinasi nya masing-masing. Ada yg mengatakan seperti duduk di bawah pohon rindang sambil menatap lahan gandum yang terbentang luas, ada yang mengatakan seperti duduk di pinggir sungai terjal, ada yang merasakan seperti di atas kuda sambil mengacungkan pistol ala cowboy tahun 1800an, ada yg mengatakan seperti berada dalam suasana berlari, ada yg mengatakan bahwa rasanya seperti kebut2an dalam mobil sport-nya, ada yang merasa seperti di dalam jet tempur, ada yg mengatakan seperti seolah-olah ikut memainkan alat music tersebut, bahkan ada yg mengatakan sedang terbang melayang, atau bahkan "seperti" duduk di samping sang kekasih dan hanya menatap diam tak bergerak, walaupun sang kekasih tidak berada di sampingnya.

Hei, instrumental jazz bukan sekedar khayalan belaka, instrumental jazz adalah jenis music yang membawa perasaan audience, pikiran untuk menemukan sebuah keindahan masing-masing melalui telinga untuk sampai ke relung hatimu yang paling dalam. Itulah yg disebut improvisasi dalam ber-Jazz.
Improvisasi bukan hanya terletak pada orang-orang yang memainkan alat-alat musik tersebut, namun audience pun juga bisa berimprovisasi berfikir.
Barangkali untuk menemukan sebuah keindahan dalam mendengarkan lantunan jazz bukalah hal yang mudah, dan bisa jadi keindahan tersebut hanya bisa dinikmati sepenuhnya hanya oleh mereka yang sedang memainkan jazz atau setidaknya oleh orang-orang yang ingin sebuah kebebasan dalam berfikir. Jazz adalah musik yang ingin berbaur antara si pemain instrument dengan si audience, melalui singkop-singkop nada maupun improvisasi dari si pemain. Mari, temukan suara indah itu dalam pikiran, ciptakan imajinasi untuk keindahan yang positif.

Monday, November 21, 2011

Wednesday, May 25, 2011

Consumer Behavior

10 tahun belakangan ini, kota-kota besar di Indonesia acap kali di gandrungi oleh sajian-sajian musik bernuansa jazz. Apakah itu di adakan di ruang tertutup maupun terbuka, cafe, resto, hall, sampai ke stadion2, dll. Sungguh ironi memang, kalau kita lihat tanyangan2 musik di televisi di tanah air, sangat jarang kita temui sajian musik dengan bernuansa jazz. Bahkan klo acaranya itu mempersembahkan ST13, D’Missiv, Peterporn, dan banyak lagi penyanyi-penyanyi muda pendatang baru lainnya, sangat mudah ditebak bahwa bakal banyak pemirsa yang menyatroni televisi di rumah mereka masing-masing. Dalam berkendaraan, biasanya penumpang maupun supir selalu menyetel lagu2 pemuda-pemuda pendatang baru ini.

Saturday, April 2, 2011

Black Swan

Ketika berbagai media mengabarkan tentang film ini, awalnya saya kurang tertarik, namun setelah Natalie Portman mendapatkan penghargaan Best Actress dalam ajang Oscar, barulah saya mencoba untuk menonton film ini. Pertama melihat Portman ini yaitu ketika dia ikut andil dalam film Heat (1995) sebagai Lauren yang tidak lain adalah anak tiri dari Al Pacino dalam film tersebut. Barangkali ketika itu dia bukan siapa-siapa dan sekedar menjadi pemeran pelengkap. Sebenarnya saya memang tidak pernah ssrreek dengan Portman ini, apalagi setelah beberapa tahun yang lalu dia pernah berciuman di dinding tembok dimana orang-orang Yahudi bersembahyang (tembok ratapan), sehingga banyak media mengulas tentang dia terhadap pelecehan agamanya sendiri yang memang keturunan Yahudi. Barangkali dengan kata lain, dia bercumbu di tempat-tempat yang di sucikan oleh manusia. Lalu mengapa saya menonton film ini? Tidak lain karena ada si pencuri baju dan aksesoris senilai US$ 5.500 di pusat perbelanjaan pada 2001 yaitu Winona Ryder, walaupun Ryder hanya sekedar figuran dalam film Black Swan ini.

Wednesday, December 29, 2010

Tron: Legacy


Orang-orang menyebutnya Film animasi. Betul, Tron Legacy ini adalah salah satu film animasi 3D CGI. Lalu setelah melihat beberapa tayangan di Youtube tentang TL ini, sepertinya saya sudah bisa menebak bagaimana kerangka film ini. Menurut saya, tidak perlu memerlukan kejeniusan untuk mencoba menebak cerita TL ini. Penulis mencoba untuk melihat sedikit bbrp tahun yang lalu tentang film sci-fi atau science fiction bertajuk animasi. Seperti Matrix, LOTR, Batman, Iron Man, Independence Day, The Lost World: Jurassic Park, Predators (1997) dan lain sebagainya. Kemudian, apa bedanya? Sejumlah film yang disebutkan di atas adalah film-film yang menggunakan efek-efek 3D juga sekaligus dengan cerita yang tidak hambar. Karena di dalam teknik pengambilan gambar dengan rancangan komputer CGI, ada terdapat beberapa fokus cerita konflik yang di dalamnya yang saling mendukung hingga akhir film sehingga tidak membosankan penonton. Saya mencoba menebak bahwa TL ini hanya terfokus dari inti cerita yang monoton. Dengan singkat dapat saya katakan bahwa TL ini tidak lebih dari sekedar seorang ilmuwan yang terlibat dalam rancangan program dia sendiri yang mendapatkan tantangan di dalam sebuah program. Just it...!!!

Sunday, December 19, 2010

The Town

The Town adalah film drama kriminal Amerika yang naskahnya ditulis, disutradarai, dan dibintangi oleh Ben Affleck sendiri. Diangkat dari novel Prince of Thieves karya Chuck Hogan, film ini dibintangi si cantik Rebecca Hall (The Prestige 2006, Vicky Cristina Barcelona 2008), dan si penjinak bom Jeremy Renner dalam film kurang jelas The Hurt Locker (2008). The Town merupakan film kedua yang disutradarai oleh Ben Affleck setelah Gone Baby Gone.

Dough MacRay (Ben Affleck) dan kelompoknya adalah kelompok perampok bank. Dan komplotan perampok ini tidak pernah tertangkap meskipun berkali-kali merampok bank. Di ceritakan di Charlestown (Boston) yang sangat terkenal dengan perampok bersenjata dari generasi ke generasi.

Saturday, November 13, 2010

Skyline

Walaupun sudah ketebak kategori film hancur dari melihat trailer "SKYLINE" di www.youtube.com, namun untuk membuktikan statement sebelumnya yang pernah gw katakan bahwa Skyline adalah film yang sangat tidak direkomendasikan untuk ditonton, ternyata tebakan gw tidak salah. Hari pertama pemutaran film Skyline ini di salah satu bioskop, terlihat tidak sampai seperempatnya yang memenuhi kursi pada studio satu pada jam itu.

Film Skyline menceritakan kedatangan mahkluk asing yang di awali oleh cahaya biru yang meluncur dari angkasa. Mahkluk-makhluk asing ini mulai mencuri manusia tanpa alasan jelas dan tanpa menceritakan apapun maksud sebenarnya dari mahkluk asing ini. 60 menit terbuang percuma dengan karakter-karakter sinetron ala Indonesia dan mimik-mimik wajah seperti film-film kampung halaman Punjabi cs. Dengan plot cerita yang sangat lamban dan penuh dengan cerita-cerita kejadian sekelompok orang yang sangat tidak penting dalam film ini, mereka mencoba untuk mengutarakan cerita tentang kehamilan, perselingkuhan, kehidupan yang glamor, yang pada akhirnya mulai didatangi oleh mahkluk asing ini.