Walaupun sudah ketebak kategori film hancur dari melihat trailer "SKYLINE" di www.youtube.com, namun untuk membuktikan statement sebelumnya yang pernah gw katakan bahwa Skyline adalah film yang sangat tidak direkomendasikan untuk ditonton, ternyata tebakan gw tidak salah. Hari pertama pemutaran film Skyline ini di salah satu bioskop, terlihat tidak sampai seperempatnya yang memenuhi kursi pada studio satu pada jam itu. Film Skyline menceritakan kedatangan mahkluk asing yang di awali oleh cahaya biru yang meluncur dari angkasa. Mahkluk-makhluk asing ini mulai mencuri manusia tanpa alasan jelas dan tanpa menceritakan apapun maksud sebenarnya dari mahkluk asing ini. 60 menit terbuang percuma dengan karakter-karakter sinetron ala Indonesia dan mimik-mimik wajah seperti film-film kampung halaman Punjabi cs. Dengan plot cerita yang sangat lamban dan penuh dengan cerita-cerita kejadian sekelompok orang yang sangat tidak penting dalam film ini, mereka mencoba untuk mengutarakan cerita tentang kehamilan, perselingkuhan, kehidupan yang glamor, yang pada akhirnya mulai didatangi oleh mahkluk asing ini.
Kemudian dari drama sinetron ini, mulailah bermunculan alien-alien yang tidak jelas ini ke dalam situasi komplek yang dihadapi oleh sekelompok remaja ini. Dalam Skyline tidak satupun yang dapat dikagumi dari adegan per adegan yang dibawakan oleh aktor dan aktris dalam film Skyline ini. Film ini sangat mendatar dan hanya sebatas mempermainkan rasa penasaran penonton, ibarat film-film horor Indonesia yang tidak jelas itu. Berlarian kesana kemari tanpa tujuan yang pasti, mengucapkan dialog-dialog yang sangat tidak penting, bahkan melakukan tindakan-tindakan bak orang autis dalam film ini. Masa hare gene nonton film masih melihat sosok mahkluk yang sekilas-sekilas atau disamar-samarkan, atau terlihat buram agar penonton menjadi penasaran ???. Tentu beda sekali dengan film-film besutan Om Spielberg. Sungguh sangat disayangkan, film yang berdurasi kurang lebih 90menit ini hanya menceritakan pertikaian sekelompok remaja yang di kejar-kejar oleh mahkluk asing. Adegan pun selalu di setting di dalam ruangan, bahkan yang terlihat di luar bangunan pun, itu masih terlihat jelas rekayasa komputer CGI.
Sungguh film Skyline ini tidak bisa dikatakan film yang spectakuler, memukau, wah, keren, atau apalah istilah untuk menyatakan kekaguman, akan tetapi yang ada adalah kata-kata carut marut sambil telapak tangan sesekali menyapu muka. Bahkan untuk di adu dengan film "Independence Day" (1996) pun, film Skyline ini masih jauh tertinggal dari segi apa saja, apakah itu cerita, pemeran, adegan, maupun gambar-gambar 3D yang dibanggakan oleh si duo sutradara ini (Colin Strause dan Greg Strause), walau mereka terlibat dalam pembuatan Aliens vs. Predator: Requiem, dan juga terlibat membuat efek visual untuk Avatar, Iron Man 2, dan lain-lain, bahkan sepersepuluh Independence Day pun tidak nyampe. Alangkah baiknya dari sekarang kita coret nama sutradara Colin Strause dan Greg Strause ini untuk film-film berikutnya, agar tidak kecolongan kalau suatu ketika film mereka yang lain tayang di bioskop. Dan juga sangat tidak berguna ketika setelah 10 menit film Skyline berjalan, kemudian cerita dalam film kembali ke "15 jam sebelumnya". Kirain penting, bah..ternyata gak guna juga menceritakan kejadian sebelumnya.
Bahkan rumah produksi Skyline pun, terasa asing didengar yaitu "Hydraulx Entertainment". Barangkali kita dapat ingat kalau ada beberapa rumah produksi seperti New Line Cinema, Warner Bros, Universal, Dreamworks, Paramount, 20Century Fox, MGM, Columbia Pictures, Miramax, dan lain sebagainya yang sangat mudah diingat. Namun Hydraulx Entertainment sungguh baru terucap.
Minimalnya sudah kebayang film nya seperti apa nantinya kalau masuk ke bioskop-bioskop. Intinya menonton film Skyline ini hanya untuk sekedar membuktikan bahwa tebakan gw benar. Dan tidak ada salahnya kalau penonton2 yang doyan dengan sinetron, infotainment, film-film horor ga jelas, alangkah baiknya mencoba menonton film Skyline ini.
Overall: 4/10
No comments:
Post a Comment